Article Image

Tragedi Longsor Mamuju: Satu Keluarga di Tapodede Jadi Korban

31 Jan 2025

Blockwood, Bandung - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Minggu malam, 26 Januari 2025, menyebabkan tanah longsor di beberapa titik, termasuk di Lingkungan Tapodede, kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju. Bencana ini menelan korban jiwa dari satu keluarga, dengan empat orang tewas akibat tertimbun material longsor. Korban meninggal dunia dalam peristiwa ini adalah Nasril (40), Nurlela (24), Aisyah (4), dan seorang bayi berusia satu bulan. Selain korban jiwa, tujuh orang lainnya mengalami luka-luka, empat diantaranya luka berat. Korban luka berat meliputi Syahrul (50), Irawati (40), Fahri (30), dan Ajeng (13), yang saat ini telat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Evakuasi yang Penuh Tantangan Proses evakuasi korban tidak berjalan mudah. Kapolsek Mamuju AKP Mustapa menjelaskan bahwa akses menuju lokasi longsor tertutup oleh material longsoran di beberapa titik, sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Tim penyelamat harus berjalan kaki sejauh dua kilometer untuk mencapai lokasi dan mengevakuasi korban. Jenazah para korban baru berhasil ditemukan setelah pencarian intensif yang dilakukan oleh tim gabungan dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan lainnya. “Jalan menuju tempat kejadian perkara (TKP) tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga bantuan harus standby d Lingkungan Tamasapi,” ujar Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir. Selain korban jiwa dan korban luka-luka, longsor ini juga menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan parah akibat diterjang material tanah. Pemerintah daerah telah menurunkan alat berat untuk membersihkan akses jalan yang tertutup longsor, meskipun hingga saat ini proses pembersihan masih berlangsung. Bantuan Kemanusiaan dan Upaya Pemulihan Sebagai respon cepat terhadap bencana ini, Kementrian Sosial mengerahkan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu evakuasi, membersihkan material longsor, dan mendistribusikan bantuan darurat. Bantuan yang diberikan mencakup makanan siap saji, tenda darurat, selimut, tikar, serta kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat terdampak. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa selain bantuan logistik, pihaknya juga memberikan layanan dukungan psikososial bagi keluarga korban yang mengalami trauma akibat bencana ini. “Kami memastikan masyarakat tidak hanya menerima bantuan material, tetapi juga pendampingan emosional untuk mengurangi dampak psikologis dari tragedi ini,” ujar Saifullah Yusuf. Pemerintah daerah bersama tim gabungan juga terus memantau situasi di lokasi bencana untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal. Posko darurat telah didirikan untuk memberikan bantuan lebih lanjut kepada masyarakat yang membutuhkan. Peringatan Dini dan Kewaspadaan Dengan kondisi cuaca yang masih dilaporkan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, risiko longsor susulan masih mengancam. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika situasi memburuk. Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrim yang dapat memicu bencana alam. Pemerintah daerah berencana untuk meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya longsor serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi risiko serupa di masa mendatang.

Gambar Lainnya