Blockwood, Bandung - Bencana tanah longsor melanda Dusun Baturejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Kamis pagi (23/01/2025). Longsor yang terjadi sekitar pukul 05:30 WIB ini mengakibatkan empat rumah rusak parah, dua diantaranya tertimbun material longsor. Selain itu, dua warga dilaporkan hilang dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Tanah longsor terjadi di area perkebunan milik warga yang memiliki kontur curam seperti lereng. Longsoran tanah selebar 20 meter dengan tinggi 12 meter itu menghantam rumah-rumah di bawahnya. Empat rumah terdampak longsor, yaitu milik Slamet, Ismail, Sanimin, dan Nasir. Rumah Slamet mengalami kerusakan di dinding sisi kanan, sedangkan tiga rumah lainnya tertimbun material longsor. Menurut Camat Wonosalam, Haris Aminuddin, salah satu rumah yang tertimbun dihuni oleh satu keluarga beranggotakan dua orang, sementara rumah lainnya dihuni oleh satu keluarga beranggotakan empat orang. Dari rumah pertama, kedua penghuni berhasil dievakuasi dengan selamat. Namun, dari rumah kedua, hanya dua penghuni yang berhasil ditemukan dalam keadaan hidup, sementara dua lainnya masih hilang. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Jombang, relawan, masyarakat setempat, TNI, dan Polri telah dikerahkan untuk mencari korban yang tertimbun. Hingga pukul 11.24 WIB, satu korban bernama Andien (9), seorang siswa kelas 3 sekolah dasar, berhasil ditemukan dalam kondisi tertimbun material bangunan. Andien segera dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis. Proses pencarian korban lainnya, Ismail (58), masih terus dilakukan. Ia dilaporkan berada di dalam rumah saat longsor terjadi. Pencarian yang awalnya dilakukan menggunakan alat-alat manual seperti cangkul dan mesin senso, kini BPBD mendatangkan alat berat berukuran kecil untuk mempermudah mencari korban yang tertimbun longsoran dengan ketebalan mencapai 5-10 meter. Tiga orang yang mengalami luka-luka, termasuk dua korban selamat, telah dibawa ke Puskesmas Wonosalam untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, barang-barang berharga seperti motor yang tertimbun juga mulai dievakuasi. Hujan deras yang mengguyur wilayah Jombang dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama longsor ini. Perbukitan yang berada di belakang rumah warga turut memperbesar risiko bencana. Hingga saat ini, tim penyelamat masih memfokuskan pencarian pada lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat tertimbunnya korban. Pemerintah setempat juga menghimbau warga sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi risiko di daerah rawan bencana, khususnya kawasan perbukitan yang berisiko tinggi saat musim hujan.